Sejarah Pendirian Bank Mandiri

Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dan berada di bawah naungan BUMN. Bank Mandiri sudah memiliki cabang yang tersebar di daerah-daerah Indonesia. Pada tahun 2016 lalu, Bank Mandiri menjadi bank di Indonesia pertama yang mempunyai aset dengan jumlah 1000 triliyun rupiah. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa Bank Mandiri memiliki cerita sejarah yang cukup panjang. Di bawah ini adalah penjelasan tentang sejarah dari Bank Mandiri. 

Sejarah Bank Mandiri 

Bank Mandiri diresmikan oleh pemerintah pada 2 Oktober 1998. Kala itu, pemerintah sedang menghadapi krisis keuangan yang terjadi semenjak tahun 1997. Salah satu solusi yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah ini adalah restrukturisasi bank, baik itu bank swasta ataupun bank pemerintah. Di mana restrukturisasi dilakukan dengan bantuan dari IMF, Bank Dunia serta ADB. 

Tidak hanya restrukturisasi saja yang dialami oleh Bank Mandiri, tapi juga di tanggal 31 Juli 1999 terjadi penggabungan atau merger dengan 4 bank pemerintah lain. Bank-bank tersebut adalah Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Pembangunan Indonesia dan Bank Bumi Daya. Di mana keempat bank tersebut sudah berdiri semenjak 100 tahun lalu. 

Berikut ini adalah sejarah singkat dari keempat bank yang bergabung dengan Bank Mandiri: 

  • Bank Bumi Daya 

Bank yang satu ini adalah bank yang didirikan pada zaman penjajahan Belanda dengan nama awal De Nationale Handelsbank NV. Bank ini pun mengalami perjalanan panjang sebelum dinasionalisasikan. Pada tahun 1959, nama De Nationale Handelsbank NV berubah menjadi Bank Umum Negara. Setelah itu, pada tahun 1964, bank milik pemerintahan Inggris dengan nama Chartered Bank pun dinasionalisasikan dan bergabung bersama dengan Bank Umum Negara. 

Tidak lama setelah itu pada tahun 1965, Bank Umum Negara akhirnya bergabung dengan Bank Negara Indonesia dan namanya pun kembali berubah menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV hingga akhirnya berganti nama menjadi Bank Bumi Daya. 

  • Bank Dagang Negara 

Jika berbicara tentang bank tertua di Indonesia, maka bise menyebut Bank Dagang Negara. Berdiri pertama kali pada tahun 1857, bank ini memiliki nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij dan berada di bawah pemerintahan Belanda. 

Pada tahun 1949, bank tersebut mengganti nama menjadi Escomptobank NV. Sebelum akhirnya dinasionalisasikan pada tahun 1960 dengan nama Bank Dagang Negara. Pada masa itu, bank ini menjadi tempat pembiayaan untuk industry serta pertambangan yang ada di Indonesia. 

  • Bank Ekspor Impor Indonesia 

Bank yang juga sering disebut dengan Bank Exim ini berawal dari sebuah perusahaan Belanda dengan nama N.V. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1842 dan akhirnya melebarkan sayap ke sector perbankan pada tahun 1870. Perjalanan bank ini pun cukup panjang. 

Pada tahun 1960, bank ini akhirnya dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia dan pada tahun 1965 bergabung dengan Bank Negara Indonesia. Di mana pada saat itu namanya berganti menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. 

Pada tahun 1968, bank ini dipecah menjadi Bank Negara Indonesia Unit II Ekspor dan Bank Negara Indonesia Unit II Impor. Namun, akhirnya kedua bank tersebut pun disatukan menjadi Bank Exim dengan tugas untuk membantu pemerintah dalam pembiayaan sector ekspor dan impor. 

  • Bank Pembangunan Indonesia

Bank dengan nama lain Bapindo ini berawal dari Bank Industri Indonesia atau BIN. Bank Industri Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1951, di mana pada tahun 1960 Bapindo didirikan dan BIN pun bergabung. Bank Pembangunan Indonesia ini sendiri memiliki tugas untuk membantu pembangunan pada sector transportasi, pariwisata serta manufaktur. 

Dari sejarah tersebut, akhirnya Bank Mandiri pun mengambil alih seluruh bank milik pemerintah tersebut untuk mengatasi masalah krisis moneter yang menimpa beberapa negara pada tahun 1997 hingga 1999 tersebut. 

Pasca Penggabungan  

Pasca resmi menggabungkan beberapa bank, Bank Mandiri pun membutuhkan penyesuaian secara meluas. Di mana pada saat itu terjadi pengurangan pegawai hingga 8000 orang lebih dan menutup setidaknya 194 unit. Bank Mandiri juga menjalankan proses konsolidasi  untuk menyesuaikan budaya dan teknologi dari bank-bank yang bergabung. Prosesnya pun memakan waktu yang cukup lama yaitu 5 tahun hingga 7 tahun. 

Pada tahap ini, Bank Mandiri mewarisi sebanyak 9 banking system yang harus digabungkan disesuaikan. Di mana selanjutnya Bank Mandiri mengganti program untuk platform selama 3 tahun dengan nilai invetasi pada kala itu mencapai $200 juta. Pada masa transisi tersebut, sistem bank yang dipilih adalah milik Bank Exim dari tahun 1999 hingga 2001. Selanjutnya pada tahun 2003-2004 sistem akhirnya bergabung dengan Bank Mandiri setelah proses penggabungan telah selesai. 

Itulah sejarah dari Bank Mandiri, di mana hingga saat ini bank tersebut telah memiliki lebih dari 400 kantor cabang di seluruh Indonesia dan masuk ke dalam bank terbaik di dunia.