Sebelum Memulai Bisnis, Perhatikan Hal-hal Berikut Ini

Memiliki sebuah usaha atas nama pribadi merupakan keinginan banyak orang, mungkin Anda juga termasuk salah satu diantaranya. Namun, dalam membangun bisnis tidak hanya butuh niat saja, tapi juga sebuah komitmen dan tanggung jawab yang besar.

Selain itu Anda juga harus membuat sebuah persiapan, tidak hanya dari segi modal awalnya saja, namun juga mempersiapkan banyak hal. Tujuan dari dibuatnya sebuah rencana bisnis adalah agar apa yang nantinya akan dijalankan, akan lebih terarah dan dapat mencapai target sesuai keinginan.

Persiapkan hal ini sebelum memulai usaha

Sebagai seseorang yang akan membuka bisnis, Anda tidak boleh melakukannya secara asal-asalan. Berikut dibawah ini adalah beberapa hal yang harus perhatikan sebelum memulai sebuah usaha :

  1. Jenis badan usaha

Apabila Anda telah menentukan jenis produk atau jasa apa yang nantinya akan dijalankan, berikutnya Anda harus memilih satu dari empat badan usaha, untuk nantinya digunakan sebagai syarat pembuatan surat ijin usaha.

Dalam dunia bisnis ada 4 (empat)) jenis badan usaha yang harus Anda ketahui :

  • Firma

Firma merupakan jenis usaha yang mewajibkan setiap anggotanya secara pribadi untuk melakukan pelunasan hutang atas usahanya.

  • Perusahaan Perseorangan

Bila Anda adalah pemilik tunggal dari bisnis tersebut, semua laba setelah pajak merupakan milik pribadi. Namun, resikonya berupa pembayaran hutang dan kerugian merupakan tanggung jawab Anda sendiri.

  • Perusahaan Terbatas (PT)

Merupakan badan usaha yang paling banyak diketahui dan digunakan dalam bisnis karena memiliki struktur organisasi yang pasti. Selain itu para investor tidak diwajibkan untuk mengelola atau pun melibatkan harta milik pribadi. Namun, sebelum memutuskan menjadikan usaha Anda menjadi PT, pastikan jika segala persiapanya telah dilakukan.

-Persekutuan Komenditer (CV)

-Terakhir adalah CV atau Persekutuan Komenditer, bisnis yang menggunakan jenis ini memberikan sebuah kebebasan kepada mitra usahanya.

-Mitra aktif adalah mereka uang ikut terlibat langsung didalam pengelolaan bisnis.

-Mitra pasif adalah mereka yang hanya memberikan modal usaha.

2. Cari tahu mengenai pesaing

Turunlah langsung ke lapangan untuk mengetahui siapa saja pesaing Anda dibidang tersebut. Amati bisnis yang mereka kelola, cermati apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh saingan usaha Anda.

Jika sudah menemukan apa saja kelebihan dan juga kekurangan mereka, Anda dapat menjadikan sebagai acuan. Banyak cara untuk melakukan riset tersebut, bisa melalui kuisioner yang sengaja dibagikan secara langsung ke beberapa orang atau gunakan media sosial.

3. Tentukan target pasar

Selanjutnya adalah menentukan target pasar dari produk atau jasa yang akan Anda luncurkan. Siapakah yang menjadi targetnya, usia berapa saja, bagaimana dengan gender dan dari kalangan manakan target konsumen Anda.

Menentukan target pasar merupakan hal yang paling penting, karena hal ini yang nantinya akan menjadi penentu apakah bisnis milik Anda tersebut berhasil atau tidak menarik minat para pelanggan. Jelaskan apa kelebihan dari produk atau jasa yang Anda miliki, karena konsumen tidak akan membeli maulun menggunakan sesuatu yang tidak mereka kenal.

4. Tentukan nama perusahaan

Nama atau brand adalah hal terpenting. Biasanya brand yang unik, singkat dan jelaslah yang akan mudah diingat oleh calon konsumen. Namun, sebelum membuat nama perusahaan, pastikan jika belum ada yang menggunakan dan mempatenkan.

5. Buatlah rencana bisnis

Hal penting berikutnya adalah membuat sebuah perencanaan secara matang. Rencana bisnis ini akan memberikan Anda banyak manfaat kedepannya. Karena dengan membuat business plans, itu seperti melihat akan bagaimana usaha tersebut di masa depan.

Dengan adanya rencana bisnis, bila ada kendala ditengah jalan. Anda akan dengan mudah menemukan solusi yang tepat bagi masalah tersebut. Selain itu usaha Anda juga lebih terarah dan bisa mencapai target sesuai dengan keinginan.

6. Mencari Investor

Ketika ingin memiliki atau membuka sebuah usaha, tentunya akan memerlukan modal awal. Besar atau kecilnya modal tergantung dari bisnis yang ingin Anda jalankan. Namun, bila skala dari bisnis tersebut besar, sudah pasti Anda memerlukan investor yang dapat memberikan modal besar.

Bawalah proposal yang berisi rencana bisnis Anda kepada mereka, jelaskan visi, misi dan jenis produk atau jasa yang ingin Anda jalankan. Berikan pula alasan mengapa Anda menginginkan calon investor tersebut menjadi pemodal Anda.

Berikan juga kejelasan mengenai keuntungan yang nantinya akan para investor dapatkan apabila mereka mau memberikan modal tersebut kepada Anda.

7. Dokumen dan sertifikat legal

Setelah Anda menentukan jenis usaha, nama perusahaan, dan mendapatkan investor. Hal terakhir yang harus dilakukan adalah melegalkan usaha tersebut agar dapat berjalan dengan lancar dan tidak terkena masalah di masa yang akan datang.

Setelah mengetahui segala hal yang harus dilakukan sebelum membuka sebuah usaha dan bila sudah mulai berjalan. Pastikan juga untuk selalu memantau semuanya, Anda harus melakukannya sesuai dengan rencana bisnis yang telah dibuat sebelumnya.