Ketahui 4 Perbedaan Tabungan dan Deposito

Tabungan dan deposito adalah salah satu produk perbankan yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk menyimpan uang. Tetapi, kedua produk Bank ini memiliki perbedaan. Anda harus mengetahui bedanya tabungan dan deposito Bank agar dapat memilih dan memaksimalkan produk Bank dengan benar. 

Jika Anda pernah mendapat tawaran produk Bank seperti tabungan berencana atau tabungan berjangka, maka seharusnya Anda sudah mengetahui jika produk tersebut masuk pada golongan produk simpanan Bank. Namun, deposito merupakan produk Bank yang masuk pada golongan produk investasi. 

Pada dasarnya, Anda harus mengetahui jika jenis deposito dan tabungan yang ditawarkan oleh Bank di masyarakat terdapat dua bentuk yaitu Syariah dan Konvensional. Perbedaannya terletak di pemberian manfaat untuk para nasabahnya. Rekening tabungan konvensional memiliki aturan titipan atau wadi’ah, prinsipnya yaitu Anda menitipkan sejumlah uang di Bank tersebut, lalu Bank akan memberikan keuntungan atau bonus berbentuk bunga Bank kepada Anda. 

Lain halnya dengan deposito di Bank Syariah yang memiliki aturan bagi hasil atau mudharabah. Misalnya seperti Anda menjadi pemilik dana dan menaruh uang di Bank untuk disalurkan kembali oleh Bank ke kredit (pembiayaan), selanjutnya keuntungan Bank dari penyaluran tersebut akan dibagi dua dengan Anda berdasarkan dari proporsi tertentu. Dimana seluruh produk perbankan Syariah baik deposito maupun tabungan menjamin nasabahnya terhindar dari praktek riba.

Untuk itu, agar Anda tidak kebingungan, mari simak ulasan lengkap perbedaan tabungan dan deposito berikut ini! 

1. Suku bunga tabungan lebih rendah dari deposito 

Hal yang sangat jelas membedakan yaitu besaran suku bunga. Keuntungan menggunakan produk deposito yaitu Anda akan memperoleh bunga yang cukup tinggi daripada jika Anda menggunakan rekening tabungan. Pada 2020, suku bunga berkisar dari 3% sampai 5% setiap tahunnya, tetapi suku bunga tabungan umumnya hanya berkisar 0.0% sampai 1% saja. 

Tidak beda jauh, produk simpanan seperti tabungan berjangka juga memberikan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga yang ada di deposito. Dengan adanya perbedaan suku bunga ini, pastinya Anda bisa mendapatkan keuntungan yang banyak jika menggunakan produk deposito dibandingkan dengan tabungan biasa. 

Contohnya saja, Anda mempunyai uang Rp 10 juta. Uang sebesar itu sebaiknya bila disimpan dalam bentuk deposito, yang mana nantinya Anda akan mendapatkan bunga hingga 3% hanya dalam kurun waktu 1 bulan saja. Menguntungkan sekali bukan? 

2. Pengambilan uang yang fleksibel

Pastinya Anda sudah tahu, Anda bisa mengambil uang dari rekening tabungan kapan saja dan dimana saja. Hal tersebut sebagai pembeda kedua antara deposito dan tabungan. Karena, jika Anda menyimpan di dalam deposito, Anda tidak akan bisa sembarangan mengambil dan menggunakan uang tersebut sampai masa jatuh tempo datang. 

Jadi, Anda harus ketahui jika uang yang disimpan di deposito tidak akan bisa dicairkan sesuka hati, terdapat tenor atau jangka waktu tertentu yang wajib dilewati sampai jatuh tempo, baru uang Anda dapat digunakan. Berbagai tenor deposito yaitu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan. 

Perlu diingat, bila Anda melakukan pengambilan sebelum jatuh tempo tiba, maka Anda akan dikenakan biaya penalti yang wajib dibayarkan. Misalnya, Anda mempunyai deposito berjangka waktu 12 bulan, namun Anda memiliki kebutuhan yang mendesak lalu ingin mengambil uang tersebut. 

Tetapi ini baru bulan ke 4. Lalu, Anda ingin melakukan penarikan uang dari rekening deposit tersebut, maka secara otomatis Anda akan dikenakan biaya penalti. Dengan memahami hal ini, diharapkan jika Anda ingin menyimpan uang di deposito, maka usahakanlah uang tersebut merupakan uang yang tidak terpakai untuk jangka waktu dekat. 

3. Tabungan untuk menabung, deposito untuk investasi 

Bunga tabungan lebih kecil dibandingkan dengan bunga deposito. Oleh karena itu, deposito menjadi produk investasi yang sering digunakan. Sebagai produk investasi, deposito ini memiliki resiko yang paling kecil, tetapi jika dibandingkan keuntungannya dengan reksa dana, saham dan obligasi, deposito menjadi produk dengan suku bunga yang kecil. 

Biasanya, masyarakat memakai deposito menjadi pilihan untuk berinvestasi untuk menyimpan dana pendidikan dan sejenisnya karena deposito mempunyai risiko investasi yang rendah dan juga mudah dipahami daripada reksa dana, saham dan obligasi. 

4. Tabungan dan deposito dijamin oleh LPS 

Saat ini tidak ada yang perlu Anda khawatirkan lagi untuk menyimpan uang di Bank dalam bentuk tabungan maupun deposito karena yang disimpan di Bank sudah terjamin aman dan juga terjamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Ada pula tabungan dan rekening yang dijamin oleh LPS dengan maksimal dana hingga Rp 2 miliar, untuk deposito terdapat aturan tingkat suku bunga tertentu yang diterapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan.