Ini Dia Cara Mudah Investasi di Pasar Modal yang Cocok Untuk Pemula

Hampir semua orang menginginkan untuk hidup sejahtera di masa tua dan menikmati hasil keringatnya di masa muda. Untuk bisa mewujudkannya diperlukan usaha yang lebih dan salah satunya adalah dengan investasi. Apa itu investasi? Kita simak ulasan dibawah yuk!

Menurut Wikipedia, investasi secara umum dapat diartikan sebagai meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/manfaat pada masa yang akan datang. Jadi, investasi merupakan membeli suatu yang diharapkan di masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari semula. Sederhananya, kita seperti menabung tapi uang yang kita tabungkan akan bisa kita ambil dengan jumlah yang lebih tinggi.

Investasi sangat disarankan untuk usia produktif karena akan meringankan beban di masa tua atau masa yang akan datang. Karena kita tidak akan pernah tau kondisi kita di masa yang akan datang seperti apa.

Berikut tips buat kamu yang sedang akan memulai investasi

1. Mulailah Secepatnya

Mungkin kamu sering mendengar kalimat “lebih cepat lebih baik””, hal itu sangat cocok untuk kamu terapkan dalam berinvestasi. Semakin cepat kamu memulainya, maka akan semakin ringan proses yang akan kamu lalui. Bisa jadi hasil yang kamu dapatkan akan semakin besar karena jangka waktu investasi-mu yang panjang.

2. Tentukan Tujuan Investasi dengan Jelas

Tujuan investasi sangat penting untuk kamu tentukan karena hal ini menjadi pendorong kamu untuk lebih semangat dalam berinvestasi. Banyak orang yang ingin hidup tua bahagia bersama dengan orang-orang tersayang. Investasi bisa menjadi faktor pendukung untuk terwujudnya hal tersebut karena jika kita berinvestasi, kita akan mempunyai tabungan yang cukup untuk masa tua. Atau beberapa tujuan investasi yang umum biasanya adalah mempersiapkan dana pendidikan anak, membeli tanah/rumah, membeli kendaraan, renovasi properti, dan travelling

3. Menentukan Jangka Waktu dan Target Dana

Selain tujuan, menentukan target dana terkumpul dan berawa lama waktu mengumpulkannya juga kita perlukan. Semakin pendek jangka waktu yang kita tentukan, maka akan semakin berat nominal investasi yang kita keluarkan setiap berinvestasi. Contohnya kita akan menginvestasikan uang 100 juta untuk membeli mobil dan jangka waktu yang kita ambil adalah 5 tahun. Maka uang yang harus kita investasikan setiap bulan adalah kurang lebih 1,7 juta. Namun jika kamu ingin membeli mobil dalam jangka waktu 3 tahun maka uang yang harus kamu keluarkan menjadi sekitar 2,8 jt. Seperti itu kira-kita perhitungannya.

4. Investasi Secara Konsisten

Setelah menentukan tujuan dan jangka waktu investasi, kamu harus lebih konsisten dalam menjalankannya. Tentukan nominal yang sekiranya tidak membuat kamu terbebani dan tetap bisa kamu keluarkan setiap bulannya. Jika kamu sudah mulai nyaman dan kemampuan dompetmu meningkat, kamu bisa menaikkan nominal investasi menjadi lebih banyak agar pencapaianmu menjadi lebih cepat.

5. Mulailah dengan Investasi Tidak Langsung

Jika mendengar pasar modal mungkin pikiran kita akan langsung tertuju pada saham. Namun sebenarnya pasar modal terbagi kedalam 2 pilihan yaitu Obligasi dan Reksa Dana. kalau kamu belum pede bermain saham, kamu bisa memulainya dengan membeli produk Reksa Dana. Setelah menguasai dan yakin dengan Reksa Dana, baru kamu disarankan untuk menaikkan levelmu ke investasi langsung, saham.

6. Meluangkan Waktu untuk Belajar Lebih Lanjut Tentang Investasi

Sebaiknya sebelum memulai untuk investasi kita mempelajari terlebih dahulu tentang apa itu investasi, risiko, dan imbal hasilnya. Jangan lupa untuk mempelajari prediksi ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan dan dipadukan dengan tujuan investasi yang ingin kamu capai. Banyak yang harus kamu siapkan sebelum berinvestasi, maka kamu harus membuat investasi itu menjadi lebih menyenangkan. Yang penting, mulai aja dulu!

7. Pilih Investasi Aset Resmi yang Diawasi oleh OJK

Hal ini penting untuk kamu perhatikan dalam berinvestasi karena seiring dengan naiknya minat masyarakat dalam berinvestasi, banyak muncul juga lembaga keuangan di Indonesia. Kamu harus mencari tahu apakah lembaga keuangan yang akan kamu gunakan memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak. Pahami juga rekam jejak dan profilnya dalam pasar modal. Jangan lupa pilih yang terpercaya ya!

8. Investasikan ke Beberapa Instrumen

Namun untuk mengawali investasi, disarankan kamu memilih instrumen terlebih dahulu yang kebanyakan orang memilih Reksa Dana. Setelah memahami cara kerja dan pergerakan investasi, kamu bisa melangkah untuk memilih instrumen kedua contohnya dengan Obligasi Negara (SBN) yang relatif aman karena pokok dan imbal hasil dijamin oleh pemerintah. Setelah lebih paham, mulailah langkahmu untuk berinvestasi saham. Tetap belajar ya sobat agar investasimu lebih lancar!

9. Potensi Keuntungan Sejalan dengan Potensi Resiko

Saat memulai investasi, kita pasti punya keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu yang cepat bukan? Namun biasanya keuntungan berbanding lurus dengan resiko yang akan kamu hadapi. Jadi kalau kamu mendapatkan tawaran investasi menguntungkan dengan resiko minimal kamu harus hati-hati ya!

10. Cek Secara Periodik

Jangan lupa untuk selalu evaluasi kinerja produk investasi yang kamu ya sobat! Hal ini bisa kamu lakukan dengan membandingkan harga saham saat kamu membelinya dan harga saham hari ini. Apakah hasilnya naik atau turun. Selanjutnya kamu akan bisa menentukan strategi yang sesuai dengan kondisi kinerja investasi yang kamu miliki.