Bagaimana Cara Mencairkan Cek?

Cheque atau cek merupakan warkat (surat) yang berisi perintah tidak bersyarat dari pemilik rekening atau nasabah kepada bank dimana bank harus membayarkan sejumlah dana sesuai dengan yang tertulis pada dokumen tersebut dan diberikan kepada si pemegang atau pembawa.

Jadi, cek adalah salah satu dokumen berharga yang mempunyai fungsi yang sama seperti uang, yaitu alat pembayaran atau alat tukar. Jika Anda ingin membuat cek, nasabah terlebih dahulu harus memiliki/ membuka rekening bilyet giro di bank bersangkutan.

Dasar hukum dari aturan cek di Indonesia

Bila menurut UUD mengenai Dagang. Cek yang akan digunakan harus sesuai dengan syarat formal seperti dibawah ini :

  • Nama ‘cek’ haruslah tercantum berupa teks.
  • Perintah yang tidak bersyarat agar membayarkan sejumlah dana tertentu.
  • Nama dari pihak tertarik haruslah jelas.
  • Tertera dimana dapat melakukan pembayaran.
  • Tertera tanggal serta lokasi/ bank tempat cek akan ditarik.
  • Tertera tanda tangan dari penarik atau orang yang mengeluarkannya.

Format dan syarat penggunaan cek

Sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh BI, maka ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan serta cara penulisan dari cek tersebut :

  • Cek secara eksplisit dituliskan pada lembarannya.
  • Cek merupakan perintah untuk bank melakukan pembayaran sejumlah uang.
  • Nama dari pihak tertarik harus jelas.
  • Tercantum tanggal, waktu serta tempat penarikan.
  • Terbubuh tanda tangan dari pemilik dan penerima.

Cek yang ada dan dipergunakan di Indonesia

Tentunya setiap negara memiliki peraturan tersendiri mengenai jenis cek yang dapat digunakan di negaranya, begitu juga dengan Indonesia. Nah, berikut dibawah ini adalah beberapa jenis cheque (cek) yang berlaku di Indonesia yang wajib diketahui :

  1. Atas nama

Cek jenis ini disebut juga order cheque, dimana cek ini hanya ditujukan untuk satu orang saja. Jadi, hanya yang namanya tercantum saja yang dapat mencairkan nominal dana tercantum. Kemudian, bila orang tersebut tidak bisa melakukan pencairan dan harus diwakilkan, maka harus membawa surat kuasa dan ditandatangani di atas materai.

  1. Atas unjuk

Jenis ini adalah cek yang ditunjukkan tidak hanya untuk satu orang saja. Jadi, dana yang tertulis pada cek bisa dicairkan oleh siapapun sebagai pemegang cek. Artinya cek jenis ini bukan atau bersifat khusus, sebagaimana cek ‘atas nama’.

  1. Silang

Cross cheque adalah cek yang pada bagian atas pojok kiri diberikan tanda silang sebanyak dua buah. Dimana tanda tersebut memang sengaja diberikan dengan maksud memberitahu pihak bank bila fungsinya berubah, dari tunai menjadi non-tunai (pemindahbukuan).

  1. Mundur

Jenis cek ini adalah cek yang memang diberikan tanggal mundur, contoh Tn, Ponco Hutomo menerima cek tanggal tertulis adalah 15 Maret 2022, namun tanggal yang tercantum didalam cek adalah 25 Maret 2022. Maka, Tn. Ponco baru bisa melakukan pencairan dana pada tanggal yang tertulis di cek.

Inilah yang disebut dengan cek mundur. Biasanya cek ini dibuat karena adanya kesepakatan antara si pemilik dana dan penerima. Untuk alasannya sendiri tentu banyak, contohnya karena saat cek diberikan, pemilik belum memiliki dana sebesar nominal tertulis.

  1. Kosong

Terakhir adalah cek kosong, merupakan jenis cek dimana dananya tidak berada di dalam giro. Contohnya, ada seorang nasabah bernama Tn. Ponco Hutomo akan menarik uang sejumlah Rp 50 juta sesuai dengan yang ditulis dalam dokumen.

Tetapi ketika akan melakukan penarikan, ternyata dana yang tersedia hanya Rp 35 juta, artinya dana kurang Rp 15 juta. Itu artinya uang yang akan diterima tidak sesuai dengan nominal tertulis dalam cek.

Cara untuk mencairkan cek

  1. Datang langsung pada bank yang tercantum di cek

Datang langsung ke kantor cabang dari bank yang telah ditunjuk di cek. Bila menggunakan cara ini, siapkanlah fotocopy e-KTP terlebih dahulu. Jika sudah, artinya Anda hanya tinggal mendatangi bank dan meminta pihak bank untuk mencarinya.

  1. Ditransfer lewat bank yang dipergunakan penerima

Cara kedua supaya cek dapat dicairkan adalah lewat ATM atau bank yang dimiliki oleh penerima. Caranya adalah dengan melakukan transfer nominal dari cek langsung kepada rekening yang dipakai penerima.

Namun, dalam prosesnya akan membutuhkan waktu karena harus melalui kliring pada kantor cabang dari bank yang digunakan. Kemudian, Anda juga dapat melakukan kliring melalui mesin ATM, tetapi metode yang satu ini baru bisa digunakan oleh beberapa bank.

Satu hal yang harus diingat, yakni walaupun cek bisa dicairkan dengan mudah dan dapat dilakukan sewaktu-waktu. Namun, surat ini mempunyai masa kadaluarsa. Biasanya batas waktunya adalah 6 bulan, jadi bila Anda sampai melewatkan batas tersebut, Anda tidak akan bisa mendapatkan dana atau hangus.

Lalu, bila cek tersebut ternyata tidak dari Indonesia tetapi luar negeri. Maka, saat pencairan akan membutuhkan proses yang lama. Jadi, ada baiknya untuk tidak menunda pencairan supaya tidak melewati batas waktu dan hangus.