Atur Keuangan Bisnis Dengan Cara Mengelola Kas Secara Baik dan Benar

Jika Anda sering menemukan perusahaan baru bermunculan, jangan heran, itu adalah fenomena atau “tren” yang terjadi saat ini. Sayangnya, tidak banyak startup yang bisa bertahan beberapa tahun ke depan setelah berdirinya. 

Anda bisa melihat ini ketika 8 dari 10 bisnis gagal dalam satu atau dua tahun pertama perjalanan mereka. Kebangkrutan juga menjadi kata yang populer dan yang mengejutkan adalah bahwa berbagai alasan kesuksesan atau kesuksesan suatu perusahaan adalah alasan yang umum dan berulang.

Salah satu dari sekian banyak penyebab kegagalan bisnis adalah ketidakmampuan mengelola arus kas perusahaan.Untuk mempersenjatai diri agar bisa terus menghadapi pasang surut perkembangan bisnis, berikut beberapa tips manajemen arus kas bisnis yang bisa diterapkan seiring berjalannya waktu.

Catat setiap pemasukan dan pengeluaran secara rutin

Perusahaan rintisan seringkali melibatkan pemiliknya secara langsung dalam pengelolaan masalah administrasi, khususnya urusan akuntansi. Jika Anda baru memulai, kemungkinan besar Anda akan bertanggung jawab atas pencatatan.

Jadi, jika Anda belum terbiasa dengan angka sebelumnya, belajarlah untuk membiasakan diri akan hal-hal yang mengandung angka. Hal ini penting untuk perkembangan bisnis Anda, terutama untuk mengatur arus kas bisnis.

Mengelola arus kas perusahaan Anda dengan menyimpan catatan yang teratur dan jelas. Gunakan tools seperti Excel, Google Sheets, atau buku besar yang pasti dapat membantu Anda meringkas arus kas perusahaan Anda.

Setiap kali Anda akan mengeluarkan anggaran manufaktur atau operasi bisnis, sertakan dalam catatan Anda. Anda tidak hanya dapat melacak kinerja arus kas perusahaan Anda dari waktu ke waktu, tetapi Anda juga dapat meninjau keuangan perusahaan Anda nanti.

Ini memungkinkan Anda untuk merencanakan pengembangan bisnis di masa depan sesuai anggaran Anda. Pastikan untuk mencatat semua pengeluaran dan pendapatan bisnis Anda dengan cara yang jelas dan ringkas. Percayalah, langkah ini sangat membantu!

Jika ada hutang, maka segeralah melunasinya

Bisnis yang menawarkan produk atau layanan mempunyai beberapa biaya yang harus dipersiapkan sebelum proyek berjalan. Baik untuk membeli gambar, memesan persediaan, memiliki akses ke uang cash sangatlah penting. 

Jika Anda merupakan salah satu dari sekian banyak pengusaha muda yang baru akan memulai bisnis, Anda bisa meminjam uang terlebih dahulu, entah dari kerabat, rekan ataupun bank agar bisa dipergunakan untuk modal awal.

Namun seiring waktu, terlepas dari dampak negatif atau positifnya, utang akan mempengaruhi arus kas Anda. Tentu saja sulit untuk mengelola keuangan perusahaan ketika harus mengalokasikan uang dalam sebulan untuk membayar hutang dan membangun bisnis sekaligus.

Jika Anda terlilit hutang, segera lunasi hutang Anda agar Anda bisa lebih fokus membangun bisnis Anda. Meskipun demikian, arus kas perusahaan Anda dapat digunakan lebih teratur dan jelas. Dan tentu saja Anda akan jauh lebih produktif dalam memajukan bisnis Anda.

Atur Keuangan Bisnis Dengan Cara Mengelola Kas Secara Baik dan Benar

Manfaatkan teknologi dengan mengaktifkan pembayaran dengan cara cepat

Berikan pelanggan Anda metode pembayaran termudah. Lupakan cara pembayaran yang sudah kuno seperti transfer bank, cek atau rekening giro dan mulailah untuk menggunakan metode pembayaran dengan memanfaatkan internet banking, mobile banking, kartu kredit, Paypal, atau bahkan akun virtual.

Jika Anda memakai metode pembayaran dari pihak ketiga yang biasanya menyediakan tautan untuk mengakses pembayaran Anda, Anda bahkan bisa menyertakan tautan pembayaran pada faktur atau email Anda yang memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran melalui tautan tersebut.

Semakin cepat pelanggan Anda melakukan pembayaran, semakin cepat uang masuk ke rekening Anda untuk kelancaran arus kas bisnis. Dengan cara ini, pengembangan bisnis dapat lebih ditingkatkan dan membuat bisnis juga semakin berkembang lebih cepat.

Mencari modal tambahan

Arus kas tidak akan bisa bertahan dengan baik saat produk garapan perusahaan belum banyak yang terjual, padahal ada begitu banyak kebutuhan yang memerlukan uang. Contohnya seperti tagihan listrik, gaji, biaya produksi dan lainnya.

Jika hal ini terjadi dan Anda tidak memiliki dana untuk menutupi semua itu. Solusi yang bisa diambil hanyalah dengan mengajukan pinjaman modal ke bank atau mencari investor yang mau memodali usaha tersebut. Untuk hal ini, tentunya Anda harus bisa mempersiapkan banyak hal supaya pihak ketiga mau membantu.

Menyiapkan dana cadangan atau darurat

Jika usaha Anda belum mempunyai dana darurat, mulailah untuk menyisihkan dana cadangan bagi bisnis Anda dari sekarang! Karena akan ada banyak kendala yang harus diatasi selama pengembangan perusahaan dan tidak menutup kemungkinan kendala tersebut akan berdampak pada arus kas secara keseluruhan. 

Misalnya, jika Anda bekerja di industri pakaian dan gudang Anda terbakar. Sementara musim penjualan puncak ada di depan kita. Bagaimana Anda dapat memulihkan bisnis Anda?Tentunya dana cadangan akan sangat berguna bukan? Selalu siapkan dana cadangan yang siap mendukung bisnis Anda melalui resesi terburuk. Sehingga bisnis dan likuiditas Anda dapat dihemat kapan saja.